Showing posts with label Islam dan Politik. Show all posts
Showing posts with label Islam dan Politik. Show all posts

Saturday, August 6, 2011

Politik dan Pemerintahan Pada masa Khulafa’ al-Rasyidin

1. Bagaimana Perkembangan Politik dan Pemerintahan Pada masa Khulafa’ al-Rayidun?

2. Bagaimana Perkembangan Kebudayaan dan Peradaban Pada masa Khulafa’ al-Rayidun?

1. Politik dan Pemerintahan Pada masa Khulafa’ al-Rasyidin

Abu Bakar As-Shiddiq 11-3 H/ 632-634 M

Abu Bakar memangku jabatan khalifah berdasarkan pilihan yang berlangsung sangat demokratis di muktamar Tsaqifah Bani Sa’idah, memenuhi tata cara perundingan yang dikenal dunia modern saat ini. Kaum Anshar menekankan pada persyaratan jasa (merit), mereka mengajukan calon Sa’ad Ibn Ubadah. Kaum muhajirin menekankan pada persyaratan kesetiaan, mereka mengajukan Abu Ubaidah Ibn Jarrah.2 Sementara itu Ahlul bait menginginkan agar Ali Ibn Abi Thalib menjadi khalifah atas dasar kedudukannya dalam islam, juga sebagai menantu dan karib Nabi. Hampir saja perpecahan terjadi. Melalui perdebatan dengan beradu argumentasi, akhirnya Abu Bakar disetujui oleh jama’ah kaum muslimin untuk menduduki jabatan khalifah.

Sebagai kahlifah pertama, Abu Bakar dihadapkan pada keadaan masyarakat sepeninggal Muhammad SAW. Meski terjadi perbedaan pendapat tentang tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi kesulitan yang memuncak tersebut, kelihatan kebesaran jiwa dan ketabahan batinnya. Seraya bersumpah dengan tegas ia menyatakan akan memerangi semua golongan yang menyimpang dari kebenaran (orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat dan mengaku diri sebagai nabi).

Kekuasaan yang dijalankan pada massa khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasululllah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat ditangan Khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, khalifah juga melaksanakan hukum,. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabatnya bermusyawarah.

Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengririm kekuatan ke luar Arabia. Khalid Ibn Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hiyah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi dibawah pimpinan empat jendral yaitu Abu Ubaidah, Amr Ibn ‘Ash, Yazid Ibn Abi Sufyan, dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah yang masih berusia 18 tahun.

Umar Ibn Al-Khaththab 13-23 H/634-644 M

Umar Ibn Al-Khaththab diangkat dan dipilih oleh para pemuka masyarakat dan disetujui oleh jama’ah kaum muslimin. Pada saat menderita sakit menjelang ajal tiba, Abu Bakar melihat situasi negara masih labil dan pasukan yang sedang bertempur di medan perang tidak boleh terpecah belah akibat perbedaan keinginan tentang siapa yang akan menjadi calon penggantinya, ia memilih Umar Ibn Al-Khaththab. Pilihannya ini sudah dimintakan pendapat dan persetujuan para pemuka masyarakat pada saat mereka menengok dirinya sewaktu sakit.

Pada masa kepemimpinan Umar Ibn Al-Khaththab, wilayah islam sudah meliputi jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Karena perluasan daerah terjadi dengan begitu cepat, Umar Ibn Al-Khaththab segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi pemerintahan, dengan diatur menjadi delapan wialayah propinsi : Mekah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga Yudikatif dengan Eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Jawatan kepolisian dibentuk. Demikian juga jawatan pekerjaan umum, Umar Ibn Al-Khaththab juga mendirikan Bait al-Mall. Dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang dimayarakat Umar selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang memang dianggap mampu dibidangnya.3

Ustman Ibn Affan 23-35 H/644-656 M

Ustman Ibn Affan dipilih dan diangkat dari enam orang calon yang diangkat oleh khalifah Umar saat menjelang wafatnya karena pembunuhan. Keenam orang tersebut adalah: Ali bin Abu Thalib, Utsman bin Affan, Saad bin Abu Waqqash, Abd al-Rahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, serta Abdullah bin Umar, putranya, tetapi “tanpa hak suara”.4 Umar menempuh cara sendiri yang berbeda dengan cara Abu Abakar. Ia menunjukkan enam orang calon pengganti yang menurutnya dan pengamatan mayoritas kaum muslimin memang pantas menduduki jabatan Khalifah. Oleh sejarawan islam mereka disebut Ahl al-Hall a al’aqd pertama dalam islam., merekalah yang bermusyawarah untuk menentukan siapa yang menjadi khalifah. Dalam pemilihan lewat perwakilan tersebut Ustman Ibn Affan mendapatkan suaran lebih banyak, yaitu 3 suara untuk Ali dan 4 suara untuk Ustman Ibn Affan.

Pemerintah khalifah Ustman Ibn Affan mengalami masa kemakmuran dan berhasil dalam beberapa tahun pertama pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Khalifah Umar. Pada separuh terakhir masa pemerintahannya, muncul kekecewaaan dan ketidakpuasaan dikalangan masyarakat karena ia mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya. Ustman Ibn Affan mengangkat keluarganya (Bani Ummayyah) pada kedudukan yang tinggi. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintahan, Ustman Ibn Affan menekankan sistem kekuasaan pusat yang mengusaai seluruh pendapatan propinsi dan menetapkan seorang juru hitung dari keluarganya sendiri.

Ali Ibn Abi Thalib 35-40 H/656-661 M

Ali Ibn Abi Thalib tampil memegang pucuk kepemimpinan negara di tengah-tengah kericuhan dan huru-hara perpecahan akibat terbunuhnya Usman oleh kaum pemberontak. Ali Ibn Abi Thalib dipilih dan diangkat oleh jamaah kaum muslimin di madinah dalam suasana sangat kacau, dengan pertimbangan jika khalifah tidak segera dipilih dan di angkat, maka ditakutkan keadaan semakin kacau. Ali Ibn Abi Thalib di angkat dengan dibaiat oleh masyarakat.

Dalam masa pemerintahannya, Ali Ibn Abi Thalib mengahadapi pemberontakan Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan mereka, Ali Ibn Abi Thalib tidak mau menghukum para pembunuh Usman dan mereka menuntut bela’ terhadap daerah Usman yang telah ditumpahkan secara dhalim. Perang ini dikenal dengan nama perang jamal.5

Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali Ibn Abi Thalib juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Muawiyah. Yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaannya. Pertempuran yang terjadi dikenal dengan perang shiffin, perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelsaikan maslah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga Al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali).6

2. Peradaban dan Kebudayaan Pada masa Khulafa’ al-Rasyidin

1. Pada Masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

Pada ini kondisi sosial mayarakat menjadi stabil dan dapat mengamankan tanah Arab dari pembangkang dan penyelewengan seperti orang murtad, para nabi palsu dan orang-orang yang enggan membayar zakat.

Selain itu keadaan kaum muslimin menjadi tenteram, tidak khawatir lagi beribadah kepada Allah. Perkembangan dagang dan hubungan bersama kaum muslim yang berada di luar Madinah keadaannya terkendali dan terjalin dengan baik. Selain itu juga kemajuan yang dicapai adalah : Pembukuan Al-Qur’an

2. Pada Masa Khalifah Umar Ibn Al-Khaththab

Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Umar adalah :

  • Pemberlakuan Ijtihad
  • Menghapuskan zakat bagi para muallaf
  • Mengahpuskan hukum mut’ah
  • Lahirnya ilmu Qira’at
  • Penyebaran Ilmu Hadits
  • Menempa mata uang dan
  • menciptakan tahun Hijriah

3. Pada Masa Khalifah Ustman Ibn Affan

Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ustman adalah :

  • Penaskahan Al-Qur’an
  • Perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
  • Didirikannya masjid Al-Atiq di utara benteng babylon
  • Membangun Pengadilan
  • Membnetuk Angkatan Laut
  • Membentuk Departemen:

i. Dewan kemiliteran

ii. Baitul Mal

iii. Jawatan Pajak

iv. Jawatan Pengadilan

4. Pada Masa Khalifah Ali Ibn Abi Thalib

Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ali adalah :

  • Terciptanya ilmu bahsa/nahwu (Aqidah nahwiyah)
  • Berkebangnya ilmu Khatt al-Qur’an
  • Berkembangnya Sastra

Era Abbasiah

Friday, March 11, 2011

Kami Sokong Tokguru: Kenapa Mereka Menjauhi Politik


Assalamualaikum dan salam blogger bagi yang belum memasuki keluarga besar Islam.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi kerana Allah,
biarpun terhadap dirimu sendiri ataupun ibu bapamu dan kaum keluargamu.
Jika ia kaya ataupun miskin, Allah lebih mengetahui keadaan keduanya,
maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, sehingga kamu tidak berlaku adil.
Jika kamu memutar belitkan, atau enggan menjadi saksi, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (An-Nisa’: 135)

Mengikut Al Imam Dr.Yusuf Qaradawi dalam bukunya Fiqhi Daulah makna "menjadi saksi"disini juga boleh dikiaskan sebagai memberi undi dalam konteks sistem demokrasi,maknanya sesiapa saja di kalangan orang Islam yang enggan memberi undi kepada sesiapa atau parti yang layak menjadi pemimpin sehinggakan menyebabkan naiknya orang yang zalim jadi pemimpin ,maka dia dikira telah membantu kezaliman.
Apa yang saya lihat dari pembacaan saya kat internet dari blog keblog masih ramai lagi yang bersikap anti politik , walau apapun alasan dan pemikiran mereka.

Ada banyak golongan yang anti politik ni,ada dari golongan remaja yang saya kira bukan anti politik tapi jenis yang tak kisah tentang politik,mereka tak kisah tentang apa yang jadi pada negara mereka ,mereka tak kisah tentang harga barang naik atau ketidak adilan sosial ,tentang rasuah apatah lagi tentang pilihanraya.mereka tak kisah siapapun yang naik jadi PM atau parti mana yang menang pilihanraya asalkan mereka dapat terus enjoi dengan dunia mereka dan aktiviti mereka.

Untuk adik-adik ini sila renungkan kata-kata keramat dari rasulullah s.a.w ini
"Barang Siapa Yang Tidur Nyenyak Dan Tidak Mengambil Peduli Urusan Umat Islam, Maka Ia Bukan Dari Golongan Mereka."
(Hadith Riwayat al-Baihaqi dalam 'Shuab al-iman', at-Tabari, Abu Nu'aim dalam 'Hilyah' dan al-Hakim)

Golongan yang kedua golongan cerdik pandai,saya kira golongan ini bukannya takada kesedaran politik tapi mereka sengaja atau dah bosan dengan kerenah pemimpin yang zalim yang salah guna kuasa untuk kepentingan diri sehinggakan mediamasa semua di remote controlkan.
Mungkin juga golongan bijak pandai ini muak dan fedup dengan sikap sesetemhgah pemimpin politik yang menggunakan kedudukan dan pengaruh mereka untuk kepentingan kroni dan diri mereka ,walaupun dasar partinya dah betul tapi diburukkan oleh puak-puak yang saya selalu gelarkan sebagai puak serigala lapar dalam parti,menyebabkan imej parti tercalar.

Mungkin atas sebab itulah ada dikalangan golongan profesional ini seakan menjauhkan diri dari politik,kerana pada pandangan mata kasar mereka semua parti adalah sama ,semuanya hendak mencari keuntungan sendiri dan bukannya berjuang untuk rakyat dan keadilan.
untuk golongan ini kita bertanya kepada mereka,adakah mungkin wujudnya sebuah parti yang dipimpin oleh para wali dan malaikat yang bersih sebersih bersihnya seperti yang diinginkan mereka?

Sila renungkan ayat-ayat cinta ini:
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(Surah Al-Imran 3:104)
Golongan ketiga ialah golongan yang hanya mementingkan diri,Mereka secara dasarnya bukan anti politik tapi tak kisah pada negara apa yang penting diri mereka sendiri.golongan ini yang sanggup menjadi lalang politik .mereka akan memihak kepada siapa sahaja yang dapat memberikan keuntungan kepada mereka ,biasanya kepada pemerintah.Golongan ini yang selalu memasang kaki dalam mana-mana kerajaan samaada kerajaan pusat atau kerajaan negeri.

Tujuan mereka mencari projek dan duit saku .golongan ini saya kira ada dalam kelompok manapun ,mungkin dia seorang profesional,ahli perniagaan ,artis, ataupun hanya sekadar orang kampung biasa sahaja.Prinsip mereka senang sokong siapa saja yang dapat memberi keuntungan pada mereka
Golongan keempat yang paling malang ,ialah golongan yang tak tahu apa-apa pasal politik dan tak mahu tahu apa-apa pasal politik.Mereka hanya hidup dalam masyarakat mereka sendiri .bangun pagi mandi,solat bagi yang islam,pastu sarapan dan jalankan aktiviti mereka,malamhari balik tidur dan begitulah seterusnya.golongan yang macam inilah yang biasanya mudah dibeli bila setiapkali tiba pilihanraya.

Mujurlah golongan macam ini semakin pupus di Kelantan,tanah tumpah negeriku.kalau adapun kebanyakannya sudah berumur dan menunggu "punch card" terakhir,hehehe.Mereka ini hanya mendapat maklumat dari TV ,radio dan Akhbar perdana yang seperti kita tahu semuanya dibawah pengawasan Mem Besar Malaysia.
Golongan kelima ialah golongan yang menganggap politik pilihanraya sebagai sesuatu yang diluar dari Islam dan tidak patut bagi orang islam untuk menceburkan diri dari sistem kotor ciptaan yahudi ini (Mereka yang kata kata bukan saya kata :)
Golongan ini seboleh mungkin akan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bersikap kepartian,Mereka lebih senang dengan berdakwah cara mereka dan dengan slogan mereka kepimpinan khalifah.Macammana caranya mereka nak menegakkan kepimpinan khalifah di malaysia ni wallahua'lam.

Untuk kelima-lima golongan ini PAS sebagai satu-satunya parti islam perlu buat satu program dan perancangan yang benar-benar mantap untuk memberikan penerangan dan pemahaman kepada mereka.Akhirkata tugas kita hanya menyampaikan ,Hidayah dan petunjuk adalah hak mutlak Allah.

Tuesday, March 8, 2011

Islam & Politik tidak boleh dipisahkan

Segmen Mari Belajar : Mufti yang tidak mahu mencampurkan urusan Islam ke dalam politik



Fikrah Islam atau fikrah kita ialah ajaran Allah,yang lengkap yang sempurna, syumul dan merangkumi seluruh kehidupan mukmin.

Inilah Islam, Addeen yang ditanzilkan atau diturunkan oleh Allah dan dibawa oleh Rasulullah S.A.W dan dilaksanakan di zaman awal. Allah Taa'la telah menjelaskan dan menegaskan tentang kesempurnaannya.

Oleh kerana Dienul Islam telah sempurna maka kita tidak boleh menambah atau mengurangkannya, begitu juga kita tidak boleh mengambil sebahagian dan meninggalkan sebahagian yang lain.

Hendaklah kita sedar bahawa kita adalah pengikut dan penganut Dienul Islam dan mengakui sebagai hamba Allah, dan kita bukannya pencipta Deen . Oleh yang demikian kitalah yang perlu menyesuaikan diri dengan Islam dan bukannya Islam itu harus bersesuaian dengan selera kita, kehendak kita dan kemahuan masyarakat

firman Allah:

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini ,nescaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Mereka tidak lain hanya mengikuti prasangka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah." (Al-an'am-116)

Thursday, April 29, 2010

NASA Sahkan Kemungkinan Berlaku Matahari Terbit Dari Barat




----------------------------------------------------------
April 09 2010): Sains astronomi menyatakan bahawa kelajuan Planet Mars telah mengalami penurunan dalam perjalanannya menuju arah timur dalam beberapa minggu terakhir ke tahap yang kita perhatikan goyah "" antara timur dan barat serta rabu 30 Julai pergerakan planet akan berhenti menuju arah timur.

Kemudian pada bulan Ogos dan September ... Mars menukar arah dalam arah yang bertentangan ke Barat-dan bahawa sampai akhir September yang bermaksud matahari akan terbit dari barat di Marikh! Dan ini fenomena aneh gerakan melawan disebut "Mundur Motion" Kebanyakan saintis menyatakan bahawa semua planet akan mengalami yang sama, sekurang-kurangnya planet Bumi kita adalah salah satunya. Planet Bumi akan bergerak ke arah berlawanan beberapa hari dan matahari akan terbit dari barat!

Hal ini boleh berlaku segera dan kita tidak menyedari! Munculnya matahari dari barat disebutkan dalam hadis dan ini merupakan tanda utama dari hari penghakiman, kebanyakan jika tidak semua, tanda-tanda kecil telah berlaku. Bangun. dicintai Rasul Kami Mohamed (saw) berkata: "Salah satu tanda-tanda jam matahari akan terbit dari barat, di mana tidak ada lagi tauba (pengampunan) akan diberikan"

! Dan! Hal aneh sebahagian besar ulama kita Syariah disebutkan bahawa matahari terbit dari barat hanya terjadi sekali pada hari itu, matahari akan terbit dari barat kemudian kembali dari timur dan terus sampai keinginan Allah dan ini mirip dengan apa yang yang terjadi kepada Mars itu berhenti, maka tentu saja perubahan dari pengarahan untuk waktu yang singkat lalu kembali ke jalan selepas itu.

Dan Abdullah Bin Amro (RA) berkata: (Aku menghafalkan dari Rasul (SAW) sebuah hadis Aku tidak akan melupakan aku mendengar Rasul Allah (SAW) berkata: "ayat pertama yang datang munculnya matahari dari barat) [ Ahmad]. Dan Rasul SAW "Allah tempat HIS tangan di malam hari untuk mengampuni orang berdosa pagi, dan tempat di pagi hari untuk mengampuni orang berdosa malam sampai matahari terbit dari barat" [Muslim].

Kabar ini sangat penting kerana membawa serta banyak tanda peringatan dan mengingati kedatangan seorang DUNIA baru - dunia dia akhirat Ketika kita menunjukkan ini hadis diberitahu bahawa 1400 tahun yang lalu tentang keajaiban ini .. anda akan lihat Insya Allah, banyak akan kembali ke jalan yang benar ... Dan kaum muslimin jika mereka melihat ini fenomena yang berlaku di Marikh yang tahu mungkin itu akan membawa mereka lebih dekat dengan PENCIPTA kita. Semoga Allah menjaga kita semua di jalan yang benar dan berikan kami berjaya di dunia ini dan juga di akhirat.

Ekhsan dari

follow on fb

share

Share |

BLOGGER PERAK

BLOG BLOG PANAS

BLOG PIMPINAN PAS/PR

BLOG MUSLIMAT

Blog Masjid

Blogroll

Archives

Related Posts with Thumbnails

Header bergerak